penyuluhan DAGUSIBU kepada guru-guru SMA Theresiana 1

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dua orang dosen Program Studi DIII Farmasi yaitu Anasthasia Pujiastuti, M.Sc., Apt serta Monica Kristiani, M.Sc., Apt berupa penyuluhan tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar serta pembagian buku saku DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) bagi guru dan karyawan SMA I Theresiana Semarang telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 6 Desember 2018. Penyuluhan berlangsung selama 2 jam dimulai pukul 12.00 hingga pukul 14.00 WIB. Pelaksanaan penyuluhan diawali dengan pembacaan doa pembukaan oleh bapak Yoseph Prihantara, S.Pd, dilanjutkan oleh sambutan kepala sekolah SMA Theresiana I Semarang yang disampaikan oleh bapak Bernardus Anindyo Windi, S.Pd. Bapak kepala sekolah menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim penyuluh dari Program Studi DIII Farmasi Politeknik Katolik Mangunwijaya karena dapat membagikan informasi tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar serya pembagian buku saku DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) yang sangat bermanfaat bagi guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Acara selanjutnya yaitu pelaksanaan penyuluhan oleh ketua tim pelaksana. Setelah pelaksanaan penyuluhan dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab terkait pengelolaan obat yang dipandu oleh anggota tim pelaksana. Setiap pertanyaan yang diajukan dijawab secara bergantian serta saling melengkapi oleh ketua dan anggota tim pelaksana. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari tim pelaksana yang dipandu oleh anggota pelaksana. Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat Politeknik Katolik Mangunwijaya kepada Kepala Sekolah SMA Theresiana I Semarang oleh ketua tim pelaksana. 

Pelaksanaan program pengabdian telah terlaksana sesuai dengan tujuan utama dari program ini, yaitu penyuluhan dan pembagian buku saku DAGUSIBU. Hasil akhir dari program pengabdian ini juga telah sesuai dengan tujuan awal yang hendak dicapai. Hal ini diketahui dari tingkat kehadiran dan keaktifan para peserta.  Total peserta yaitu 25 yang terdiri dari guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Total guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang yaitu 28 orang sehingga persentase kehadiran peserta adalah sebanyak 89,3%.  Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya. Hal ini diketahui dari respon peserta penyuluhan dalam menanggapi kegiatan ini secara positif dan antusias. Antusiasme warga pada saat mendengarkan dan mencatat beberapa hal sesuai penjelasan yang diberikan tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar. Banyak peserta yang aktif bertanya tentang beberapa hal terkait pengelolaan obat, penggunaan obat yang sedang dikonsumsinya, efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang sedang dikonsumsi. Pertanyaan lain yang muncul yaitu tentang penggantiaan obat dengan zat aktif yang sama tetapi berbeda merk, perbedaan antara obat generik dan non generik, penggunaan obat herbal yang bersamaan dengan obat kimia. Beberapa guru juga bertanya tentang kriteria kemasan obat yang baik, pemilihan obat bagi pasien yang memiliki riwayat alergi obat, makanan yang aman bagi penderita sakit kolesterol serta kepatuhan dalam meminum obat, dan masih banyak lagi pertanyaan yang lain.      

Pada saat dilakukan penyuluhan diketahui bahwa tidak semua peserta paham dan mengerti tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar. Setelah pelaksanaan penyuluhan seluruh peserta menjadi mengerti bahwa pembelian obat yang benar adalah di apotek karena terjamin keaslian dan keamanan obatnya.

Beberapa peserta yang kurang paham tentang penggunaan obat yang benar terutama untuk bentuk sediaan obat non oral, misalnya penggunaan obat tetes mata dan tetes telinga yang benar, serta posisi badan pada saat pengaplikasian obat setelah dilakukan penyuluhan menjadi lebih mengerti. Beberapa peserta penyuluhan juga kurang paham tentang penyimpanan obat yang benar serta tanda-tanda obat yang telah mengalami kerusakan, serta batas aman penggunaan obat setelah dibuka dari kemasan aslinya. Penyimpanan yang tidak tepat dapat merusak obat. Mayoritas obat sebaiknya disimpan dalam suhu ruang, namun ada sebagian obat yang harus disimpan dalam lemari es untuk menjaga obat tetap berkhasiat. Secara umum obat tidak boleh terpapar sinar matahari langsung, oleh karena itu, obat perlu disimpan di tempat tertutup dan kering. Obat juga harus disimpan di tempat aman, terhindar dari balita agar tidak dimakan sembarangan. Saat menerima obat hendaknya dibaca informasi terkait penggunaan obat dan cara penyimpanan yang tertera di kemasan obat. Pada saat membeli obat seharusnya menerima kemasan obat secara lengkap karena semua informasi tentang obat tersebut tercantum dalam kemasan.

Sebagian besar peserta telah paham tentang cara pembuangan obat yang telah rusak atau kadaluarsa, yaitu dengan merusak obat dan bungkusnya. Hal ini telah dipahami peserta bahwa obat yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan. Obat dan kemasan yang akan dibuang jika tidak dirusak dapat memungkinkan untuk disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. 

 

Joomla templates by a4joomla