PMW CUP ke-1 tahun 2019

 

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Polteka Mangunwijaya Semarang yang jatuh pada tanggal 6 Februari 2019, Badan Eksekutif Mahasiswa Polteka Mangunwijaya mengadakan kegiatan Politeknik Katolik mangunwijaya (PMW) CUP yang pertama bertempat di GOR Patriot.

Diikuti oleh sekitar 20 team futsal pelajar setingkat SMA baik dari kota semarang maupun kota-kota disekitar Semarang. Terlihat antusias dari tiap tiap team yang bertanding. dengan menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas, tentunya kegaitan PMW CUP ini disambut positif dari team futsal sekolah dengan mengirimkan team terbaiknya.

dilaksanakan pada tanggal 2-3 Februari 2019, PMW cup telah melahirkan jawara-jawara baru di kancah Futsal SMA/SMK dan sederajat

keluar sebagai juara pertama PMW CUP 1 adalah

Juara pertama : SMK Bina Nusantara Semarang Team B dengan hadiah uang pembinaan Rp. 2.500.000

 

Juara kedua : SMA Negeri 1 Tuntang dengan hadiah uang pembinaan Rp, 2.000.000

Juara ketiga : SMK Negeri 4 Semarang dengan hadiah uang pembinaan Rp. 1.500.000

dan keluar sebagai top Scorer dengan hadiah uang pembinaan atas nama Sri Utomo dengan no punggung 10 dari SMA Negeri 1 Tuntang

dan best supporter ditujukan kepada SMK N 5 Semarang dengan hadiah pembinaan Rp. 500.000

 

kami sampaikan selamat kepada para juara.

penyuluhan DAGUSIBU kepada guru-guru SMA Theresiana 1

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dua orang dosen Program Studi DIII Farmasi yaitu Anasthasia Pujiastuti, M.Sc., Apt serta Monica Kristiani, M.Sc., Apt berupa penyuluhan tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar serta pembagian buku saku DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) bagi guru dan karyawan SMA I Theresiana Semarang telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 6 Desember 2018. Penyuluhan berlangsung selama 2 jam dimulai pukul 12.00 hingga pukul 14.00 WIB. Pelaksanaan penyuluhan diawali dengan pembacaan doa pembukaan oleh bapak Yoseph Prihantara, S.Pd, dilanjutkan oleh sambutan kepala sekolah SMA Theresiana I Semarang yang disampaikan oleh bapak Bernardus Anindyo Windi, S.Pd. Bapak kepala sekolah menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim penyuluh dari Program Studi DIII Farmasi Politeknik Katolik Mangunwijaya karena dapat membagikan informasi tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar serya pembagian buku saku DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) yang sangat bermanfaat bagi guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Acara selanjutnya yaitu pelaksanaan penyuluhan oleh ketua tim pelaksana. Setelah pelaksanaan penyuluhan dilanjutkan dengan diskusi dan Tanya jawab terkait pengelolaan obat yang dipandu oleh anggota tim pelaksana. Setiap pertanyaan yang diajukan dijawab secara bergantian serta saling melengkapi oleh ketua dan anggota tim pelaksana. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari tim pelaksana yang dipandu oleh anggota pelaksana. Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan berupa plakat Politeknik Katolik Mangunwijaya kepada Kepala Sekolah SMA Theresiana I Semarang oleh ketua tim pelaksana. 

Pelaksanaan program pengabdian telah terlaksana sesuai dengan tujuan utama dari program ini, yaitu penyuluhan dan pembagian buku saku DAGUSIBU. Hasil akhir dari program pengabdian ini juga telah sesuai dengan tujuan awal yang hendak dicapai. Hal ini diketahui dari tingkat kehadiran dan keaktifan para peserta.  Total peserta yaitu 25 yang terdiri dari guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. Total guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang yaitu 28 orang sehingga persentase kehadiran peserta adalah sebanyak 89,3%.  Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya. Hal ini diketahui dari respon peserta penyuluhan dalam menanggapi kegiatan ini secara positif dan antusias. Antusiasme warga pada saat mendengarkan dan mencatat beberapa hal sesuai penjelasan yang diberikan tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar. Banyak peserta yang aktif bertanya tentang beberapa hal terkait pengelolaan obat, penggunaan obat yang sedang dikonsumsinya, efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang sedang dikonsumsi. Pertanyaan lain yang muncul yaitu tentang penggantiaan obat dengan zat aktif yang sama tetapi berbeda merk, perbedaan antara obat generik dan non generik, penggunaan obat herbal yang bersamaan dengan obat kimia. Beberapa guru juga bertanya tentang kriteria kemasan obat yang baik, pemilihan obat bagi pasien yang memiliki riwayat alergi obat, makanan yang aman bagi penderita sakit kolesterol serta kepatuhan dalam meminum obat, dan masih banyak lagi pertanyaan yang lain.      

Pada saat dilakukan penyuluhan diketahui bahwa tidak semua peserta paham dan mengerti tentang penggunaan dan penanganan obat yang benar. Setelah pelaksanaan penyuluhan seluruh peserta menjadi mengerti bahwa pembelian obat yang benar adalah di apotek karena terjamin keaslian dan keamanan obatnya.

Beberapa peserta yang kurang paham tentang penggunaan obat yang benar terutama untuk bentuk sediaan obat non oral, misalnya penggunaan obat tetes mata dan tetes telinga yang benar, serta posisi badan pada saat pengaplikasian obat setelah dilakukan penyuluhan menjadi lebih mengerti. Beberapa peserta penyuluhan juga kurang paham tentang penyimpanan obat yang benar serta tanda-tanda obat yang telah mengalami kerusakan, serta batas aman penggunaan obat setelah dibuka dari kemasan aslinya. Penyimpanan yang tidak tepat dapat merusak obat. Mayoritas obat sebaiknya disimpan dalam suhu ruang, namun ada sebagian obat yang harus disimpan dalam lemari es untuk menjaga obat tetap berkhasiat. Secara umum obat tidak boleh terpapar sinar matahari langsung, oleh karena itu, obat perlu disimpan di tempat tertutup dan kering. Obat juga harus disimpan di tempat aman, terhindar dari balita agar tidak dimakan sembarangan. Saat menerima obat hendaknya dibaca informasi terkait penggunaan obat dan cara penyimpanan yang tertera di kemasan obat. Pada saat membeli obat seharusnya menerima kemasan obat secara lengkap karena semua informasi tentang obat tersebut tercantum dalam kemasan.

Sebagian besar peserta telah paham tentang cara pembuangan obat yang telah rusak atau kadaluarsa, yaitu dengan merusak obat dan bungkusnya. Hal ini telah dipahami peserta bahwa obat yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan. Obat dan kemasan yang akan dibuang jika tidak dirusak dapat memungkinkan untuk disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. 

 

audiensi mahasiswa prodi farmasi Polteka mangunwijaya

pagi ini tanggal 31 januari 2019 bertempat di di ruang kelas 1 prodi Farmasi Polteka Mangunwijaya sedang diadakan audiensi / forum terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan terkait dengan layanan yang diberikan kepada mahasiswa. Beberapa masukkan mahasiswa seperti tentang fasilitas, layanan baak dan karyawan serta dosen.

dihadiri oleh perwakilan kelas dari tiap-tiap angkatan, acara ini dihadiri langsung oleh ka prodi DIII Farmasi Septiana Laksmi Ramayani, M.Sc., Apt dan sektraris Prodi Monica Kristiani, M.Sc., Apt. Hal ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan sebagai bagian dari kontrol manajemen yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap layanan yang diberikan baik dari Prodi maupun dari segi SDM

Ibu mira menyampaikan bahwa kegiatan audiensi adalah kegiatan positif, serta melatih mahaisiswa menyampaikan pendapat dengan tata cara dan jalur yang benar. Sehingga mahasiswa memiliki sikap dan karakter yang baik ke depan dalam menyampaikan gagasan atau pendapatnya. Karena tak jarang, saat ini banyak orang salah dalam menerjemahkan kebebasan berpendapat dengan sebebas-bebasnya bahkan menabrak aturan dan norma yang ada di masyarakat. Kegiatan ini bisa menjadi contoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara bagaimana menyampaikan pendapat dengan baik.

GeMa CerMat dengan Metode CBIA Kelurahan Karanganyar Gunung

GeMa CerMat dengan Metode CBIA (Cara Belajar Insan Aktif) adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh dua orang dosen dari program studi DIII Farmasi Polteka Mangunwijaya oleh Septiana Laksmi Ramayani, M.Sc., Apt dan Paulina Maya Octasari., M.Sc., Apt di kelurahan karanganyar gunung, Semarang.

dihadiri oleh 32 peserta yang merupakan anggota dari FKK (forum Kesehatan keluarahan) Karanganyar gunung dengan antusias mendengarkan pengarahan mengenai obat. program ini juga merupakan kampanye DAGUSIBU yang terus digemakan oleh Ikatan Apoteker Indoneisa.

DAGUSIBU merupakan akronim dari, DApatkan obat dengan benar, GUnakan obat dengan benar, SImpan obat dengan benar, dan BUang obat dengan benar. 
Dapatkan obat dengan benar yaitu di Apotek, Klinik, Puskesmas dan Rumah Sakit

GUnakan obat dengan benar yaitu setiap obat memiliki karakteristik sendiri-sendiri serta tanyakan pada apoteker apabila ingin mengetahui detail tentang khasiat obat

SImpan obat dengan benar yaitu konsultasi dengan APOTEKER karena setiap obat juga memiliki karakter tersendiri

BUang obat dengan benar yaitu Untuk kapsul, tablet atau bentuk padat lain, hacurkan dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah,atau bahan kotor lainnya, masukkan plastik dan buang ke  tempat sampah Untuk cairan, buang pada kloset, kecuali antibiotika yang harus dibuang bersama wadahnya dengan menghilangkan label. Intinya : obat harus dimusnahkan dan tidak tersisa

 

kunjungan rs sekar kamulyan kuningan ke prodi farmasi polteka mangunwijaya

pagi ini, polteka mangunwijaya menerima kunjungan dari team Rumah Sakit Sekar Kamulyan Kuningan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin karena tahun lalu pun team Rumah Sakit Sekar Kamulyan mengunjungi saat itu masih dengan nama institusi Akademi Analis Kesehatan Theresiana dan Akademi Farmasi Theresiana.

Kegiatan ini merupakan sosialisasi / perkenalan terhadap rumah sakit sekar kamulyan di kuningan kepada mahasiswa Program Studi DIII Farmasi Polteka Mangunwijaya supaya lebih terbuka wawasan apabila bekerja di luar kota semarang. tidak hanya perkenalan saja, tetapi pagi ini diadakan juga recruitmen secara langsung bagi mahasiswa yang berminat untuk bekerja di rumah sakit tersebut. 

sebagai informasi saja, bahwa telah ada lulusan dari program studi DIII Analis Kesehatan Polteka Mangunwijaya yang bekerja di RS Sekar Kamulyan. Pihak rumah sakit sendiri berharap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan rutin karena mengingat kebutuhan tenaga kesehatan cukup besar serta kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa lulusan Polteka Mangunwijaya dinilai menjadi nilai plus tersendiri.

Pihak Polteka Mangunwijaya sendiri, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Direktur IV bidang kerjasama yaitu Margareta Retno Priamsari, M.Sc., Apt menyatakan ini adalah langkah kongret usaha polteka mangunwijaya untuk membuka relasi dan membina hubungan dengan pihak stake holder.

Joomla templates by a4joomla