
Program Studi Diploma Tiga (DIII) Analis Kesehatan Politeknik Katolik Mangunwijaya kembali melaksanakan kegiatan kunjungan belajar yang merupakan bagian penting dari rangkaian pembelajaran praktis bagi mahasiswa. Kunjungan ini dilakukan ke tiga lembaga utama, yaitu Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah, Laboratorium Patologi Klinik, dan Laboratorium RS Bhakti Wira Tamtama, guna memberikan pengalaman langsung dan pemahaman yang mendalam terkait ilmu dan manajemen laboratorium kesehatan.
Kunjungan pertama dilaksanakan di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah terkait mata kuliah Toksikologi Forensik yang merupakan mata kuliah wajib dalam mendukung kompetensi utama analis kesehatan di bidang laboratorium. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang aktivitas forensik di lapangan serta merasakan suasana belajar yang berbeda dari pembelajaran konvensional di kampus, sehingga menambah wawasan serta pengalaman praktis di bidang tersebut.
Selanjutnya, kunjungan di Laboratorium Patologi Klinik berfokus pada pemahaman manajemen laboratorium yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan seluruh aktivitas laboratorium, termasuk pengelolaan sumber daya manusia, alat, bahan habis pakai, sistem informasi, dan penerapan prosedur standar operasional (SOP). Manajemen laboratorium yang efektif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi seperti digitalisasi sistem melalui Laboratory Information System (LIS) serta sistem kendali mutu internal dan eksternal sangat esensial untuk menjamin validitas hasil pemeriksaan dan keselamatan kerja, sekaligus memenuhi standar akreditasi dan regulasi kesehatan yang berlaku.
Kunjungan terakhir di Laboratorium RS Bhakti Wira Tamtama memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari aspek penting pemeriksaan Blood Gas Analysis (BGA). Pemeriksaan BGA merupakan prosedur diagnostik vital yang mengukur fungsi pernapasan dan keseimbangan asam-basa dalam tubuh melalui parameter-parameter seperti tekanan parsial oksigen (PaO₂), tekanan parsial karbon dioksida (PaCO₂), pH darah, dan konsentrasi bikarbonat (HCO₃⁻). Pemahaman mendalam terhadap pemeriksaan ini sangat krusial bagi mahasiswa analis kesehatan agar mampu mendukung penegakan diagnosis, pemantauan terapi, dan evaluasi kondisi pasien secara cepat dan akurat dalam praktik medis.
Apt. Fransiska Ayuningtyas Widyastani, M.Sc, Ketua Program Studi DIII Analis Kesehatan, menyambut baik dan mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan oleh ketiga lembaga tersebut selama kunjungan belajar berlangsung. Menurut beliau, kegiatan belajar di luar kelas seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan dan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. “Kunjungan ini mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menggali ilmu dan memahami aplikasi praktis secara langsung, yang sangat bermanfaat dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di dunia kerja laboratorium kesehatan,” ujarnya.
Sementara itu, Febrian Suryo Ajie, mahasiswa semester 2 yang mengikuti kunjungan ini, mengungkapkan antusiasmenya. Meskipun bukan berlatar belakang analis kesehatan sebelumnya, Febrian merasa kunjungan ini sangat membuka wawasan dan memberikan gambaran nyata tentang aktivitas laboratorium serta prospek kerja lulusan DIII Analis Kesehatan. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saya karena bisa melihat langsung bagaimana laboratorium beroperasi dan memahami peluang karir yang ada. Ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan berkontribusi di bidang kesehatan,” jelasnya.
Kegiatan kunjungan belajar ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman mahasiswa Program Studi DIII Analis Kesehatan Politeknik Katolik Mangunwijaya dengan pembelajaran yang aplikatif dan langsung dari lapangan, sehingga mampu meningkatkan kualitas kompetensi dan kesiapan mereka di dunia kerja laboratorium kesehatan.











